Makalah Pengaruh Faktor Lingkungan Sekolah - Rumah (Keluarga) dan Masyarakat terhadap Pendiikan Anak

BAB I

PENDAHULUAN

 

A. Latar Belakang

Tumbuh kembang anak tentunya sangat didasari oleh berbagai lingkungan di sekitarnya antara lain Lingkungan Sekolah, Rumah dan Masyarakat. Lingkungan keluarga merupakan hakikat paling mendasar dimana semua perkembangan anak dimulai sejak ia lahir. Namun disamping itu, nantinya anak akan memasuki Lingkungan baru yang sangat berkesinambungan dengan Lingkungan Keluarga yaitu Lingkungan Sekolah, di samping itu perkembangan anak dipengaruhi juga oleh lingkungan masyarakat.

Lingkungan Sekolah merupakan lingkungan sekunder anak yang sama pentingnya dengan lingkungan keluarga. Disana anak akan belajar banyak hal baru yang sebelumnya mungkin tidak dapat ia temui dan pelajari di lingkungan keluarga.

Pengaruh lingkungan sekolah tentu saja sangat berkaitan dan harus disertai kerjasama dengan lingkungan keluarga. Di lingkungan sekolah anak dapat melatih kemampuan bersosialisasinya hingga menggali potensi yang ada pada dirinya baik dari sisi akademis maupun non akademis.

Tenaga Pengajar merupakan pengaruh yang sangat signifikan secara keseluruhan terhadap tahap perkembangan anak dalam lingkungan sekolah. Sikap seorang guru dalam lingkungan sekolah sangat penting untuk anak dalam membangun karakter, penyesuaian perilaku serta menemukan potensi dalam diri anak.

 Guru perlu memiliki karakter yang kuat dan positif serta etika yang mencerminkan kejujuran dan tanggung jawab sehingga anak dapat mencerminkan nilai-nilai positif tersebut dalam kehidupan sehari-hari yang nantinya secara tidak sadar hal tersebut akan melekat dan menjadi karakter anak itu sendiri.

Interaksi yang harmonis antara pengajar dan siswa sangat membantu kesignifikan perkembangan anak yang nantinya akan mempermudah proses belajar mengajar akademis. Tidak hanya itu, Lingkungan fisik sekolah juga sangat mendukung perkembangan anak seperti media belajar dan sarana prasarana belajar, hal tersebut membantu anak menemukan dan mengasah potensi yang ada pada dirinya.

Proses belajar mengajar yang nyaman tentunya sangat berpengaruh bagi prestasi akademis anak. Dalam lingkungan sekolah, siswa dan siswi merupakan seseorang yang membutuhkan bimbingan melalui tenaga pengajar untuk mengarahkan potensinya serta pembinaan mental secara psikologis yang baik.

Maka dari itu, Lingkungan Sekolah memiliki peran yang sama pentingnya dalam pembentukan karakter anak hingga perkembangan potensinya. Bagaimana anak nantinya akan menyesuaikan diri di lingkungan yang lain, bernegosiasi dengan sesuatu hingga memecahkan masalahnya sendiri.

Lingkungan masyarakat juga memiliki peranan penting dalam perkambangan anak, pergaulan yang baik dan buruk di lingkungan masyarakat sangat  berdampak terhadap perilaku anak, tentunya anak harus berhati-hati dalam bergaul di lingkungan yang lebih luas yaitu lingkungan sosial atau masyarakat.

 

  

BAB II

PEMBAHASAN

 A.      Pengaruh Faktor Lingkungan Rumah terhadap Anak

Dari kecil anak dipelihara dan, dibesarkan oleh dan dalam keluarga. Segala sesuatu yang ada dalam keluarga, baik yang berupa benda-benda dan orang-orang serta peraturan-peraturan dan adat istiadat yang berlaku dalam keluarga itu sangat berpengaruh dan menentukan corak perkembangan anak-anak. Bagaimana cara mendidik yang berlaku dalam keluarga itu, demikianlah cara anak itu mereaksi terhadap lingkungannya.

Jika di dalam lingkungan keluarganya ia selalu dianggap dan dikatakan bahwa ia masih kecil dan karena itu belum dapat melakukan sesuatu, kemungkinan besar anak itu akan menjadi orang yang selalu merasa kecil, tidak berdaya, tidak sanggup mengerjakan sesuatu. Ia akan berkembang menjadi orang yang bersifat masa bodoh, tidak atau kurang mempunyai perasaan harga diri.

Sebaliknya, jika anak itu dibesarkan dan dididik oleh orang tua atau lingkungan keluarga yang mengetahui akan kehendaknya dan berdasarkan kasih sayang kepadanya, ia akan tumbuh menjadi anak yang tenang dan mudah meyesuaikan diri terhadap orang tua dan anggota-anggota keluarga lainnya, serta terhadap teman-temannya. Wataknya akan berkembang dengan tidak mengalami kesulitan-kesulitan yang besar.

Dalam kenyataan masih banyak kita dapati kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh anggota keluarga dalam mendidik anak-anaknya. Akibat umum yang timbul karena kesalahan-kesalahan pendidikan dalam lingkungan keluarga dapat kita sebut mempertebal perasaan harga-diri-kurang pada anak-anak

Mengingat buruknya akibat tersebut, dan tidak sesuai lagi dengan alam kemerdekaan kita sekarang ini, maka perlu kiranya disini diberikan beberapa petunjuk untuk memberantas, atau sekurang-kurangnya mengurangi, perasaaan harga-diri-kurang:

Janganlah sering melemahkan semangat anak dalam usahanya hendak berdiri sendiri. Dalam hal ini masih banyak orang tua yang selalu menganggap anaknya itu masih kecil, belum dapat berbuat atau mengerjakan sesuatu sehingga orang tua kerap kali melarang anak-anaknya. Umpamanya, membawa piring atau gelas tidak boleh, takut kalau-kalau pecah; mengangkat adiknya tidak boleh, takut kalau-kalau jatuh, dan sebagainya.

Janganlah memalukan atau mengejek anak-anak di muka orang lain. Sangat kita sayangkan pendapat orang tua, bahkan juga gurunya, yang masih menganggap alat pendidikan yang salah ini sebagai satu-satunya cara mendidik yang dapat mendatangkan hasil.

Jangan terlalu membeda-bedakan dan perilaku pilih kasih terhadap anak-anak dalam keluarga kita, baik antara anak yang besar dan kecil maupun antara anak laki-laki dan anak perempuan. Usahakan agar dalam segala tingkah laku dan perbuatan kita menunjukkan cinta dan kasih sayang yang merata kepada mereka.

Jangan memanjakan anak, tetapi tidak baik pula jika kita tidak mempedulikan, sedikit juga kepada anak-anak. Seorang anak yang dimanjakan akan kurang rasa tanggung jawabnya, selalu bersandar dan minta pertolongan kepada orang lain, merasa diri tidak sanggup, dan sebagainya. Demikian pula anak yang tidak dipedulikan atau kurang terpelihara oleh orang tuanya, akan merasa bahwa dirinya itu rendah tak berharga, merasa diasingkan oleh orang lain, dan sebagainya. Akibatnya, ia akan berbuat sekehendak hatinya.

 B.  Pengaruh Faktor Lingkungan Sekolah Terhadap Anak

Lingkungan sekolah merupakan lingkungan pendidikan utama yang kedua setelah lingungan rumah. Siswa-siswa, guru, administrator, hidup bersama dan melaksanakan pendidikan secara teratur dan terencana dengan baik. Lingkungan sekolah merupakan salah satu faktor yang turut mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak terutama untuk kecerdasannya. Lingkungan sekolah sangat berperan dalam meningkatkan pola pikir anak, karena kelengkapan sarana dan prasarana dalam belajar serta kondisi lingkungan yang baik sangat penting guna mendukung terciptanya lingkungan belajar yang menyenangkan. Lingkungan sekolah yaitu keadaan sekolah tempat belajar yang turut mempengaruhi tingkat keberhasilan belajar. Keadaan gedung sekolahnya dan letaknya, serta alat-alat belajar yang juga ikut menentukan keberhasilan belajar siswa. Lingkungan sekolah adalah sebagai tempat mengajar dan belajar. Sebagai suatu lembaga yang menyelenggarakan pengajaran dan kesempatan belajar harus memenuhi bermacam-macam persyaratan antara lain: murid, guru, program pendidikan, asrama, sarana dan fasilitas. Segala sesuatu telah diatur dan disusun  menurut pola dan sistematika tertentu sehingga memungkinkan kegiatan belajar dan mengajar berlangsung dan terarah pada pembentukan dan pengembangan siswa.

 

FAKTOR LINGKUNGAN SEKOLAH

1.   Metode mengajar

Metode mengajar adalah suatu cara atau jalan yang harus dilalui didalam mengajar. Metode mengajar dapat mempengaruhi belajar siswa.

 

   2.  Metode Pembelajaran

Metode pembelajaran adalah suatu jalan yang di perlukan siswa dalam materi pembelajaran yang ada di dalam kelas.

 

   3.  Disiplin Sekolah

Disiplin sekolah menunjang keberhasilan siswa sekolah untuk mencapai tujuan hidupnya yang lebih baik. Dengan disiplinnya siswa sekolah semua keberhasilan yang siswa inginkan akan dapat tercapai.

 

4.   Kerajinan Siswa Sekolah

Kerajinan siswa sekolah adalah suatu keperluan yang penting yang perlu siwa kembangkan dalam sekolah.

 

   5.  Keaktifan siswa sekolah

Keaktifan siswa sekolah merupakan acuan belajar yang lebih menyenangkan dan menumbuhkan semangat belajar yang tinggi.

 

2.   Manfaat Lingkungan Sekolah Sebagai Sumber Belajar  adalah:

a.   Mengatasi Kebosanan dalam Belajar

Dengan adanya lingkungan sekolah siswa tidak akan bosan dan lebih nyaman dalam proses belajar.

 

b.   Memberikan Suasana Belajar yang Unik Bagi Siswa

Suasana belajar yang unik dapat membuat siswa lebih senang dan lebih betah berada di dalam kelas.

 

c.    Memberikan suatu pembelajaran yang bisa membuat siswa lebih berprestasi

Adanya lingkungan sekolah memberikan materi yang lebih luas tentang masalah yang ada di luar sekolah. Ini tentunya membuat siswa menjadi lebih berprestasi.

 

d.   Sebagai sarana belajar siswa yang kompetitif

Lingkungan sekolah kali ini berperan dalam mewujudkan suasana belajar yang kompetitif, yaitu di berikannya sebuah materi mengenai lingkungan sekitar dan manfaatnya bagi siswa yang tentunya berguna dan bermanfaat sekali bagi siswa.

      

e.    Dukungan lingkungan hidup membuat siswa menjadi lebih nyaman belajar

Kenyamanan belajar menjadi prioritas utama guru dalam membuat siswanya lebih berrestasi. Oleh karena itu lingkungan hidup itu sangat penting sekali.

 

3.  Tujuan lingkungan sekolah bagi siswa

·           Dapat membuat siswa lebih mendalami semua mata pelajaran yang ada di sekolah

·           Membuat siswa lebih rajin dalam menuntut ilmu

·           Membuat siswa lebih aktif di kelas dan berprestasi di kelas

·           Dapat memberikan siswa motifasi belajar di dalam maupun di luar kelas

·           Sebagai wujud kepedulian siswa untuk lebih mencintai lingkungan sekitar sekolah

·           Dapat memberikan siswa pengalaman belajar di lingkungan luar sekolah

 

Lingkungan sekolah merupakan suatu sarana belajar yang penting dan perlu ada dalam sebuah sekolah. Karena tanpa lingkungan sekolah semua proses belajar mengajar tidak dapat dilaksanakan dengan baik dan berlangsung tepat. Perlu diketahui bahwa semua proses belajar mengajar memerlukan lingkungan sekitar sebagai wujud kecintaan siswa dan pengalaman yang lebih luas terhadap lingkungan. Lingkungan yang ada saat ini juga perlu dikembangkan dengan baik, oleh karena itu, keaktifan siwa dan sikap peduli lingkungan di perlukan untuk mewujudkan lingkungan yang indah dan tentunya berguna bagi semua warga sekolah.

 C.      Pengaruh Faktor Lingkungan Masyarakat Terhadap Perkembangan Anak

Lingkungan selanjutnya yang juga memiliki peranan penting adalah lingkungan masyarakat. Perbedaan karakteristik suatu individu ataupun kelompok sangatlah berpengaruh terhadap pendidikan anak. Pada zaman sekarang kita harus bijak dalam memilih teman atau kelompok agar tidak terpengaruh oleh hal-hal yang buruk. Banyak anak yang tidak melanjutkan pendidikan dengan alasan mengikuti temannya, hal itulah yang menjadi salah satu alasan mengapa harus memilih teman bergaul secara bijak. Di dalam Lingkungan masyarakat pasti terdapat organisasi ataupun komunitas. Ketika ingin bergabung dengan suatu organisasi ataupun komunitas kita juga harus memilihnya secara bijak, agar kita dapat berkembang dan tidak terjerumus ke dalam jurang kenegatifan.  

Memilih lingkungan yang baik akan berdampak baik juga terhadap pendidikan. Peran orang tua sangatlah penting dalam menciptakan lingkungan keluarga yang baik. Orang tua harus memilih lingkungan sekolah secara cermat dan memperhatikan pergaulan anak agar tidak masuk ke dalam lingkungan yang negatif. Sedangkan sebagai individu, kita harus memilih pertemanan secara bijak, dan mengikuti organisasi ataupun komunitas yang memberikan dampak positif bagi diri kita. Lingkungan yang baik akan mewujudkan pendidikan yang baik juga sedangkan lingkungan yang buruk dapat mempengaruhi pendidikan ke arah yang buruk. 

  

 

BAB III

PENUTUP

 A.      Kesimpulan

Jika anak itu dibesarkan dan dididik oleh orang tua atau lingkungan keluarga yang mengetahui akan kehendaknya dan berdasarkan kasih sayang kepadanya, ia akan tumbuh menjadi anak yang tenang dan mudah meyesuaikan diri terhadap orang tua dan anggota-anggota keluarga lainnya, serta terhadap teman-temannya.

Lingkungan sekolah merupakan suatu sarana belajar yang penting dan perlu ada dalam sebuah sekolah. Karena tanpa lingkungan sekolah semua proses belajar mengajar tidak dapat dilaksanakan dengan baik dan berlangsung tepat

Memilih lingkungan yang baik akan berdampak baik juga terhadap pendidikan. Peran orang tua sangatlah penting dalam menciptakan lingkungan keluarga yang baik. Orang tua harus memilih lingkungan sekolah secara cermat dan memperhatikan pergaulan anak agar tidak masuk ke dalam lingkungan yang negatif.

 

B.  Saran

Di lingkungan keluarga orang tua sepatut memberikan perhatian, kasih sayang, contoh yang baik, nasihat yang memotivasi anak untuk maju dan selalu berbuat baik, memberikan pendidikan yang baik untuk anaknya, dan juga memberikan perhatian dan pengawasan terhadap anak-anaknya dalam pergaulannya di lingkungan masyarakat, kepada siapa siapa anak bergaul, kemana anak pergi. Perhatian yang baik tentunya akan memberikan hasil yang baik terhadap anak-anak.

Di lingkungan Sekolah Peran Guru sangat penting agar anak dapat mendapatkan ilmu dan pengetahuan untuk bekal masa depannnya, bersikap santun terutama di lingkungan sekolah sehingga anak tidak melakuan perbuatan yang kurang baik, bullying, dan sebagainya.

Bagi anak-anak sendiri harus dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk yang tidak perlu diikuti di dalam pergaulannya di lingkungan yang lebih luas yaitu lingkungan masyarakat.

 


DAFTAR ISI

 

KATA PENGANTAR ....................................................................................................         i

DAFTAR ISI ...................................................................................................................        ii

 

BAB  I     PENDAHULUAN ..........................................................................................        1

A.    Latar Belakang ........................................................................................        1

 

BAB II     PEMBAHASAN .............................................................................................        3

A.       Pengaruh Faktor Lingkungan Rumah terhadap Anak ......................        3

B.       Pengaruh Faktor Lingkungan Sekolah terhadap Anak .....................        4

C.       Pengaruh Faktor Lingkungan Masyarakat terhdap Anak.................        7

 

BAB III   KESIMPULAN DAN SARAN ......................................................................        8

 

   


 


KATA PENGANTAR

 Dengan memanjatkan segala puji dan syukur atas kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya, sehingga saya  bisa menyelesaikan penyusunan makalah ini yang berjudul Faktor-faktor di lingkungan sekolah, rumah  dan masyarakat.

Selain itu saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semuanya yang selalu membantu, memberi dukungan, serta kepada semua pihak yang sudah ikhlas memberikan waktu, tenaga, dan pikirannya untuk membantu kami menyelesaikan makalah ini.

Saya mengharapkan kritik dan saran dari semuanya demi kesempurnaan tugas pembuatan makalah di masa mendatang.

 

                                                                                                    Penyusun

 

 


KARATE, Pengertian - Sejarah - Teknik - Tingkatan Karate - Artikell Makalah Olahraga Karate

 KARATE

Pengertian

Karate (dalam bahasa Jepang) merupakan salah satu seni bela diri yang berasal dari Jepang dan sedikit dipengaruhi dengan seni bela diri Cina kenpō dan hanya menggunakan tangan kosong tanpa bantuan senjata.

Seni bela diri ini pertama kali masuk ke Jepang lewat Okinawa, dan pertama disebut dengan “Tote” yang memiliki arti seperti “Tangan China”.

Olahraga yang satu ini tentunya juga memiliki tujuan utama, yakni untuk mempertahankan sekaligus melindungi diri dari berbagai ancaman dan juga untuk menjaga kesehatan.

Sejarah

Masuknya senia bela diri karate ke Indonesia pertama kali dipelopori oleh Mahasiswa Indonesia yang telah menyelesaikan studinya di Jepang.

Dan salah beberapa dari mereka yang bernama Baud Adikusumo, Muchtar dan Karyanto kemudian mendirikan dojo yang memperkenalkan salah satu aliran karate yaitu Shotokan.

Dojo ini sendiri didirikan pada tahun 1963 di Jakarta. Dan tahun selanjutnya, mereka juga membuat suatu wadah untuk perkumpulan karate yang disebut dengan PORKI (Persatuan Olahraga Karate Indonesia).

Lalu, datang lagi sejumlah mahasiswa yang telah menempuh ilmu di Jepang, diantaranya Setyo Haryono, Anton di Lesiangi, Chairul Taman dan Sabeth Muchsin, Marcus Basuki yang juga turut mengembangkan karate di Indonesia.

Dalam catatan sejarah perkembangan karate Indonesia juga tak luput dari kedatagan ahli karate dari Jepang seperti Masatoshi Nakayama Shotokan , Oishi Shotokan, Nakamura Shotokan, Kawawada shotokan, Matsusaki Kushinryu, Masutatsu Oyama Kyokushinryu, Ishilshi Gojuryu serta Hayashi Shitoryu.

Melihat antusiasme dari masyarakat nusantara akan karate ini menyebabkan karate tumbuh dengan pesat di tanah air dan hal itu dapat dilihat dari banyaknya organisasi karate.

Namun, karena adanya ketidakcocokan para tokoh karate tersebut, pada akhirnya PORKI pun mengalami perpecahan.

Sehingga pada tahun 1972., dengan adanya itikad baik guna menyatukan karate, dibentuklah wadah organisasi baru bernama FORKI (Federasi Olahraga Karate Do Indonesia).

Semakin populernya karate di Indonesia, akhirnya berdirilah perguruan karate di nusantara.

Dengan semakin besarnya pengaruh karate di tanah air, pada  akhirnya diubahlah nama PORKI (Federasi Olahraga Karate Do Indonesia) menjadi FORKI (Federasi Olahraga Karae Indonesia) yang dimana FORKI menjadi induk organisasi semua perguruan karate di Indonesia.

Tingkat / Poisisi Dalam Karate

Tingkat/posisi dalam karate itu di bedakan lewat kemampuan dalam menghafal atau melakukan gerak yang maximal dalam jurus tersebut. Maksudnya tingkatan dibedakan oleh sabuk. Untuk mendapatkan tingkatan/posisi tersebut, kita di haruskan mengikutkan sesi ujian sabuk. Yang berlangsung setiap 4 bulan sekali. Untuk tingkat ini terbagi menjadi menjadi:

  1. Sabuk putih
  2. Sabuk kuning
  3. Sabuk hijau
  4. Sabuk biru muda
  5. Sabuk biru tua
  6. Sabuk ungu
  7. Sabuk coklat (Kyu 3-1)
  8. Sabuk hitam (Dan 1-11)

Teknik Karate

Copy and paste this code on your site.

Teknik Karate terbagi menjadi tiga bagian utama : Kihon (teknik dasar), Kata (jurus) dan Kumite (pertarungan). Murid tingkat lanjut juga diajarkan untuk menggunakan senjata  seperti tongkat (bo) dan ruyung (nunchaku).

Kihon

Kihon secara harfiah berarti dasar atau fondasi. Praktisi Karate harus menguasai Kihon dengan baik sebelum mempelajari Kata dan Kumite.

Pelatihan Kihon dimulai dari mempelajari pukulan dan tendangan (sabuk putih) dan bantingan (sabuk coklat). Pada tahap dan atau sabuk hitam, siswa dianggap sudah menguasai seluruh kihon dengan baik.

Kata

Kata secara harfiah berarti bentuk atau pola. Kata dalam karate tidak hanya merupakan latihan fisik atau aerobik  biasa. Tapi juga mengandung pelajaran tentang prinsip bertarung. Gerakan-gerakan Kata juga banyak mengandung falsafah-falsafah hidup. Setiap Kata memiliki ritme gerakan dan pernapasan yang berbeda.

Dalam Kata ada yang dinamakan Bunkai. Bunkai adalah aplikasi yang dapat digunakan dari gerakan-gerakan dasar Kata.

Setiap aliran memiliki perbedaan gerak dan nama yang berbeda untuk tiap Kata. Sebagai contoh Kata Tekki di aliran Shotokan dikenal dengan nama Naihanchi di aliran Shito Ryu. Sebagai akibatnya Bunkai (aplikasi kata) tiap aliran juga berbeda.

Kumite

Kumite secara harfiah berarti "pertemuan tangan". Kumite dilakukan oleh murid-murid tingkat lanjut (sabuk biru atau lebih). Tetapi sekarang, ada dojo  yang mengajarkan kumite pada murid tingkat pemula (sabuk kuning). Sebelum melakukan kumite bebas (jiyu Kumite) praktisi mempelajari kumite yang diatur (go hon kumite) atau (yakusoku kumite). Untuk kumite aliran olahraga, lebih dikenal dengan Kumite Shiai atau Kumite Pertandingan.

 

Makalah BULLYING - Pengertian - Penyebab - Jenis Bullying - Cara Mengatasi Bully

 

BULLYING

Apa itu Bullying?

Menurut American Psychological Association, pengertian bullying adalah suatu bentuk tindakan agresif yang dilakukan seseorang dengan sengaja dan berulang kali dengan tujuan untuk melukai atau mengakibatkan ketidaknyamanan pada orang lain. Bullying bisa dilakukan secara fisik, lisan, maupun cara lain yang lebih halus seperti memaksa atau memanipulasi.

Bullying adalah tindakan penindasan yang sering kali dilakukan secara berkelompok. Pada lingkungan sekolah, kelompok yang melakukan bullying cenderung merasa berkuasa dan menganggap anak lain lebih lemah dari mereka. Hal yang sama juga dapat ditemukan di lingkungan kerja dan sosial lainnya. Orang-orang dengan kekuasaan memiliki kecenderungan untuk melakukan tindakan penindasan.

Adapun beberapa contoh yang sulit dideteksi tentang bullying adalah intimidasi, ancaman, dan pengucilan. Meski tidak meninggalkan bekas fisik, tindakan-tindakan bullying tersebut tetap berdampak negatif terhadap kesehatan mental korban.

Penyebab Bullying

Keinginan untuk melakukan bullying tidak muncul dengan sendirinya. Faktor penyebabnya dapat berasal dari lingkungan keluarga, sosial, maupun diri sendiri. Adapun beberapa penyebab seseorang melakukan bullying adalah sebagai berikut: 

·         Melihat orang tua yang sering bertengkar. 

·        Pola asuh orang tua yang tidak sehat (terlalu dibebaskan, terlalu keras, maupun 

       kekurangan kasih sayang dan perhatian).

 ·         Pernah menjadi korban tindak kekerasan/bullying.

 ·         Memiliki rasa percaya diri yang rendah.

 ·         Sulit dalam bersosialisasi.

 ·         Cemburu dengan orang lain.

 ·         Ingin diterima dalam pergaulan.

 ·         Pengaruh dari orang-orang sekitarnya untuk ikut melakukan bullying.

 ·         Pengaruh dari game atau tontonan yang tidak sesuai dengan usianya.

 ·         Merasa lebih baik dengan menggunakan kekuatan fisik untuk melampiaskan amarah 

        atau balas dendam.

 ·         Selalu ingin mendominasi dan berkuasa atas orang lain.

 ·         Tidak bisa mengontrol diri.

 

Jenis-Jenis Bullying

Terdapat beberapa jenis bullying yang perlu diperhatikan dalam kehidupan sosial anak maupun orang dewasa, seperti bullying secara fisik, lisan, sosial, hingga di internet yang  biasa disebut dengan cyberbullying. Berikut penjelasan selengkapnya mengenai masing-masing jenis bullying adalah:

 

1. Bullying secara Fisik

Bullying yang dilakukan secara fisik biasanya meninggalkan bekas luka di bagian tubuh, seperti memar. Adapun beberapa contoh tindakan bullying yang dilakukan secara fisik adalah memukul, menendang, menjegal, mencubit, atau mendorong seseorang.

Selain melukai tubuh seseorang, perusakan barang berharga juga termasuk jenis bullying fisik yang dilakukan secara tidak langsung. Sebagai contoh, merusak mobil atau mencoret-coret tembok rumah seseorang untuk melampiaskan rasa kesal.

 

2. Bullying secara Lisan (Verbal)

Tindakan bullying juga bisa dilakukan secara lisan, seperti menghina, mengejek, dan mengolok orang lain. Meskipun tidak meninggalkan luka yang terlihat secara fisik, bullying secara lisan ini merupakan jenis pelecehan yang ditargetkan (targeted harassment) yang pada akhirnya dapat berujung pada tindakan kekerasan fisik.

Bagi sebagian orang, bullying verbal dinilai lebih berbahaya dari bullying fisik karena tipe bullying ini dapat menghancurkan harga diri dan citra diri korban. Kata-kata menyakitkan yang ditujukan untuk korban bisa membekas di hati dalam waktu yang lama dan memengaruhi kesehatan jiwa nya.

 

3. Bullying secara Sosial

Bullying yang dilakukan secara sosial biasanya tidak mudah dideteksi. Maka dari itu, jenis bullying ini sering dikenal sebagai penindasan terselubung (covert bullying). Tujuannya adalah untuk merusak reputasi seseorang dalam lingkungan sosial. Adapun contoh-contoh bullying secara sosial adalah:

·         Menyebarkan kebohongan atau gosip tentang seseorang.

·         Melontarkan lelucon untuk mempermalukan dan menghina orang lain.

·         Mendorong orang lain di sekitar untuk mengucilkan seseorang.

·         Tatapan sinis yang ditujukan untuk mengintimidasi secara halus.

 

4. Bullying di Internet (Cyberbullying)

Cyberbullying adalah bentuk tindakan agresif yang ditujukan kepada seseorang melalui teknologi digital. Umumnya, cyberbullying terjadi di media sosial, game online, dan platform lain yang menyediakan kolom interaksi. Bullying di sini tidak dilakukan dengan tatap muka, melainkan secara virtual atau online. Adapun contoh dari cyberbullying adalah:

·         Mengirimkan teks, email, gambar, atau video yang isinya mengejek, mengancam, 

      bernada kasar, berbau seksual, dan agresif.

·         Mengucilkan seseorang dalam lingkup pertemanan online dengan sengaja.

·         Menyebarkan kebohongan atau aib tentang seseorang di media sosial.

·         Meniru orang lain dengan menggunakan foto dan informasi pribadi mereka.

·         Mengunggah klip pribadi tanpa consent dengan tujuan mempermalukan seseorang, 

       seperti revenge porn.

 

Cara Mengatasi Bullying

Orang tua perlu mengambil peran aktif untuk mengatasi tanda-tanda perlakuan bullying yang ada pada anak. Beberapa cara untuk menangani anak yang terindikasi melakukan bullying adalah:

1. Lebih Dekat dengan Anak

Pola asuh orang tua memiliki peran penting di sini dan perlu disesuaikan dengan kebutuhan emosional anak. Mulailah mendekati anak dan cobalah membangun hubungan komunikasi yang lebih baik. Hal ini juga akan mendorong anak untuk mau menjadi lebih terbuka, sehingga orang tua dapat mengidentifikasi sumber masalah yang berujung pada tindakan bullying.

2. Mengajari Anak Cara Mengendalikan Stres

Apabila tindakan bullying yang dilakukan anak merupakan cara mereka untuk melampiaskan stres, maka orang tua perlu mengajari anak cara mengendalikan stres dengan mencari dan melakukan kegiatan positif. Adapun kegiatan-kegiatan aktif, seperti berolahraga, menghabiskan waktu di alam, atau bermain dengan hewan, dapat menjadi pilihan untuk membantu anak mengendalikan stres.

3. Mengawasi Penggunaan Gawai pada Anak

Screen time pada anak perlu dibatasi agar ia tidak menggunakan gawai terlalu lama. Hal ini berguna untuk mencegah si kecil menonton konten-konten berbahaya atau tidak sesuai usia yang dapat memicu dirinya melakukan tindakan bullying. Untuk mempermudah pengawasan konten-konten yang dikonsumsi anak, sebaiknya orang tua mengaktifkan fitur filter konten yang tersedia di aplikasi terkait.

4. Mendisiplinkan Anak Tanpa Kekerasan

Apabila anak menunjukkan tanda-tanda melakukan bullying, orang tua perlu turun tangan dan mendisiplinkan anak dengan segera. Namun, hindari cara mendisiplinkan anak dengan kekerasan. 

Orang tua dapat mendisiplinkan anak melalui cara-cara yang positif seperti membiasakan anak dengan keteraturan dan rutinitas, menjelaskan kepada anak mengenai konsekuensi dari kesalahan yang dibuat, atau memberikan pujian atas perilaku baik anak.


Cara Mencegah Bullying

Untuk mencegah terjadinya bullying yang dilakukan oleh atau kepada anak, orang tua dapat menerapkan hal-hal, seperti mengajari anak tentang arti bullying, menumbuhkan rasa percaya diri anak, dan menjadi contoh yang baik bagi anak. Adapun penjelasan selengkapnya tentang bagaimana cara mencegah bullying adalah:

1. Mengajari Anak tentang Bullying

Anak perlu mengetahui bahwa menindas orang lain atau bullying adalah hal yang tidak baik. Berikan contoh bahwa memukul teman atau menghina orang lain sebagai lelucon adalah hal yang tidak baik dan tidak terhormat, serta dapat menimbulkan trauma bagi para korbannya. Dengan begitu, anak dapat mengerti dan tidak melakukan tindakan agresif kepada orang lain.

2. Membangun Rasa Percaya Diri pada Anak

Bullying bisa terjadi karena rasa percaya diri yang rendah. Untuk itu, cobalah bangun rasa percaya diri anak dengan mendorongnya melakukan hal-hal yang positif dan disukai di sekolah. Sebagai contoh, dukung anak untuk mengembangkan kemampuan musiknya dengan mengikuti klub musik di sekolahnya.

3. Menjadi Contoh yang Baik kepada Anak

Orang tua perlu memberikan contoh yang baik kepada anak. Oleh karena itu, sikap baik dan rasa hormat perlu ditunjukkan dalam kehidupan sehari-hari. Hal-hal sederhana seperti menyapa tetangga ketika berpapasan atau menolong orang bisa menanamkan nilai kebaikan dan empati pada anak.

 

Makalah Seni Budaya - Tari Tanggai - Sumatera Selatan - Sumsel

 TARI TANGGAI


1.    Pengertian Tari Tanggai

Tari Tanggai adalah pertunjukan tari tradisional asal Palembang, Sumatera Selatan. Biasanya, formasi gerakan Tari tanggai harus dimainkan dalam angka ganjil, dan tidak boleh lebih dari sembilan orang

 

2.    Sejarah Tari Tangai

tari tanggai muncul saat tari Gending Sriwijaya dilarang ditampilkan setelah meletusnya pemberiontakan G 30 S PKI antara tahun 1965-1969. HAl ini karena Nungcik AR, selaku pencipta syair disinyalir sebagai anggota Lembaga Kebudayaan daerah (LEKRA) underbow PKI. Untuk memenuhi kebutuhan tari sambut di kala itu, dibuatlah Tari Persembahan yang disebut dengan tari Tepak dengan menggunakan gerakan dan pola lantai Tari Gending Sriwijaya (TGS) dan diiirngi dengan musik intrumentalia yang berjudul Enam Saudara (versi lain Sembilan Saudara). Lama-kelamaan, Tari Tepak yang juga digunakan dalam kegiatan seremonial pemerintahan dan resepsi disebut dengan Tari Tanggai.

3.   Makna Tari Tanggai

Tari tanggai menggambarkan keramahan, dan rasa hormat masyarakat Palembang atas kehadiran sang tamu, dan dalam tari ini tersirat sebuah makna ucapan selamat datang dari orang yang mempunyai acara kepada para tamu. 

 

4.   Musik Pengiring

Musik pengiring di dalam tari tanggai merupakan sebuah musik yang menggabungkan sebuah instrumental yang digarap oleh komponis dan sekaligus diiringi oleh beberapa gendang dan satu buah gong yang berperan sebagai ritem/ritme.

       Iringan instrumental di dalam tari tanggai sendiri, menggambarkan nuansa melayu dan tidak meninggalkan warna atau rasa dari musik daerah Palembang. Adapun alat musik yang dipergunakan untuk mengiringi tari tanggai adalah:

 

·               Accordion

·               Biola

·               Gendang

·               Gong.

 

6.  Gerakan Tari Tanggai

Adapun sturktur gerakan tari adalah sebagai berikut:

 

·               Gerakan tari awal

·               Gerak masuk posisi sembah

·               Gerak Borobudur hormat

·               Gerak Sembah berdiri 

·               Jalan keset

·               Kecubung berdiri bawa kanan

·               Kecubung bawah kiri

·               Kecubung berdiri atas kanan

·               Kecubung atas kiri

·               Ukur benang.

·               Gerak tari pokok

·               Tutur sabda

·               Sembah duduk

·               Tabur bunga duduk kanan dan kiri

·               Memohon duduk kanan

·               Kecubung duduk kanan dan kiri

·               Stupa kanan dan kiri

·               Tutur sabda

·               Borobudur

·               Ulur benang.

·               Gerakan tari akhir

·               Tolak bala berdiri kanan dan kiri

·               Nyumping berdiri kanan dan kiri

·               Mendengar berdiri kanan dan kiri

·               Tumpang tali/ulur benang berdiri kanan dankiri

·               Sembah berdiri

·               Borobudur berdiri

·               Borobudur hormat.

  

7.   Tujuan Pertunjukan Tari Tanggai

a.    Hiburan

Tari tanggai selalu di tampilkan setiap acara adat, baik secara resmi maupun tidak resmi.[2] Dalam hal ini bagi para penari, tari tanggai mempunyai kenikmatan tersendiri bagi mereka sendiri dan secara tidak langsung dapat menghibur diri para tamu yang datang.

 

b.    Simbol Kehormatan

Salah satu penari harus ada yang menjadi primadona dan akan membawa tepak yang berisikan sekapur sirih yang merupakan sombol kehormatan. Sedangkan tamu kehormatan di berikan sekapur sirih sebagai simbol bahwa masyarakat Palembang siap menerima tamu tersebut. Penari tersebut membawa kapur sirih jadi dan sirih tak jadi.Sirih jadi adalah sirih yang sudah di ramu, sedangkan Sirih tak jadi adalah yang akan di ramu oleh tamu itu sendiri.

 

c.       Pendidikan

Tari Tanggai selain memiliki unsur hiburan, Tari tanggai juga memiliki unsur pendidikannya (pengetahuan), khususnya dalam bidang seni tari.


CONTOH LAMARAN KERJA - Umum

Jakarta, ……………………2021   Lampiran     : 1 (Satu) berkas                                        Perihal         : Surat P ermohonan Ker...